✔ Proses Pengangkutan Pada Flora (Intravaskuler)
1. Proses Pengangkutan Intravaskuler (di dalam pembuluh)
Merupakan pengangkutan melalui berkas pembuluh dari akar menuju belahan atas tumbuhan. Dimulai dari xilem akar ke xilem batang menuju xilem tangkai daun dan ke xilem tulang daun. Pada tulang daun terdapat ikatan pembuluh. Air dari xilem tulang daun masuk ke sel karang pada mesofil. Setelah di bunga karang air dan garam mineral disimpan untuk fotosintesis.
Ada beberapa jenis tumbuhan yang tidak memiliki sel trakea sehingga trakeida merupakan satu-satunya akses pengangkutan air tanah. Tumbuhan yang tidak memiliki trakea contohnya paku dan Gymnospermae. Transportasi trakea lebih cepat dari trakeida.
Transportasi air dan mineral dari bawah ke atas mengikuti beberapa teori:
a. Teori Vital
Menyatakan bahwa perjalanan air dari akar menuju daun sanggup terealisasi sebab adanya sel-sel hidup, misal sel-sel parenkim dan jari-jari empulur di sekitar xilem.
b. Teori Dixon Joly
Menyatakan bahwa naiknya air ke atas sebab tarikan dari atas, ialah dikala daun melaksanakan transpirasi. Air selalu bergerak dari kawasan berair ke kawasan kering.
c. Teori Tekanan Akar
Menyatakan bahwa air dan mineral naik ke atas sebab adanya tekanan akar. Tekanan akar ini terjadi sebab perbedaan konsentrasi air dalam tanah dengan cairan pada akses xilem. Tekanan akar paling tinggi terjadi pada malam hari dan sanggup mengakibatkan merembesnya tetes-tetes air dari daun tumbuhan (gutasi).
Pada dasarnya pengangkutan air dari tanah melibatkan 3 proses:
a. Proses osmosis
b. Proses difusi
c. Proses transpor aktif.
Faktor yang mempengaruhi laju transpirasi pada tumbuhan:
1. Kelembapan, jikalau kelembapan udara lingkungan sekitar tumbuhan tinggi maka difusi air dalam ruang udara pada tumbuhan akan berlangsung lambat. Sebaliknya, jikalau kelembapan sekitar tumbuhan rendah, difusi air dalam ruang udara pada tumbuhan berlangsung cepat.
2. Suhu Lingkungan, jikalau suhu lingkungan semakin tinggi maka laju transpirasi juga semakin cepat.
3. Intesitas Cahaya, jikalau intesitas cahaya meningkat maka laju transpirasi meningkat.
4. Angin, cenderung meningkatkan laju transpirasi sebab angin sanggup menyapu uap air yang terkumpul di bersahabat permukaan.
5. Kandunga Air Tanah, jikalau air tanah cukup banyak maka potensial air tanah lebih tinggi daripada didalam sel tumbuhan maka pedoman air di dalam pembuluh kayu (xilem) dan laju transpirasi meningkat.
Sumber http://biolog-1437.blogspot.com
0 Response to "✔ Proses Pengangkutan Pada Flora (Intravaskuler)"
Posting Komentar