✔ Harddisk
Pada sebuah harddisk, terdapat banyak sekali macam ruang - ruang kecil (direktori, folder, subdirektori, subfolder), yang masing-masing dikelompokkan menurut fungsi dan kegunaannya. Ruang kecil dalam harddisk bekerja dalam kebijaksanaan saling berhubungan. Data/informasi dalam satu ruang kadangkala dibutuhkan untuk menggerakkan data/ isu yang berada di ruang lain. Ada ruang di mana data di dalamnya dilarang diutak-atik atau dipindahkan ke daerah lain, ada ruang di mana kita bisa membuang dan menaruh data secara bergantian sesuai kebutuhan.
Bagian bab Harddisk
Baca Juga
1. Platter – Komponen utama pada Harddisk yang digunakan sebagai daerah penyimpanan data. platter akan dilengkapi dengan track dan sector, ini mengakibatkan mengapa Harddisk kapsitasnya tidak sesuai dengan yang apa tertera pada spesifikasinya (pasti akan lebih sedikit), alasannya yakni track dan sector akan menyimpan ID pengenal untuk format Harddisk.
2. Spindle – Komponen harddisk berupa poros yang digunakan untuk menempatkan Platter serta memutar platter. Kualitas dari suatu harddisk di tentukan dari Spindle ini, semakin besar kecepatan berputar yang dimiliki oleh spindle berarti kecepatan terusan pada harddisk akan semakin cepat pula).
3. Head – yaitu komponen Harddisk yang mempunyai fungsi sebagai piranti pembaca dan juga penulis pada Harddisk, yang dimana setiap platter akan dilengkapi dengan 2 (dua) buah head harddisk yang berada di atas dan juga dibawahnya. Cepat/tidaknya proses pembacaan serta penulisan oleh head akan sangat tergantung pada kondisi sector pada platter.
4. Logic Board – papan utama pada Harddisk yang dilengkapi piranti penyimpan BIOS Harddisk, sehingga akan siap untuk dikenali ketika pada dikala di hubungkan dengan Motherboard.
5. Actual Axis – sebuah gagang/media yang menyangga Head semoga sanggup berada diatas atau dibawah platter.
7. Setting Jumper – yaitu media pada harddisk yang digunakan untuk memilih kedudukan Harddisk pada BIOS motherboard komputer.
8. Ribbon cable – sebagai penghubung antara Head dengan Logic Board, yang dimana setiap dokumen/data yang di baca oleh Head akan di kirimkan ke Logic Board untuk selanjutnya di kirim ke Motherboard semoga Processor sanggup memproses data tersebut sesuai dengan masukan atau input yang di terima. Sekarang ini hardisk pada umumnya sudah memakai sistem SATA sehingga tidak memerlukan lagi kabel Pita (kabel IDE) Jika pada komputer kita dipasang 2 (dua) buah hardisk, maka dengan mensetting Jumper kita sanggup memilih mana harddisk Primer dan mana yang sekunder yang biasanya disebut dengan Master dan Slave. Master yaitu hardisk utama daerah sistem di install, sedangkan Slave ialah harddisk ke dua biasanya dibutuhkan untuk daerah penyimpanan dokumen atau data. Jika Jumper settingnya tidak di set, maka hardisk tersebut tidak sanggup bekerja.
9. Power Conector – Berfungsi sebagai sumber arus yang pribadi dari power supply. Power supply yang terdpat pada harddisk ada 2 (dua) bagian: Yang pertama tegangan 12 Volt, mempunyai fungsi untuk menggerakkan mekanik ibarat piringan dan juga Head. Lalu yang kedua tegangan 5 Volt, mempunyai fungsi untuk mesupply daya pada Logic Board semoga sanggup bekerja mengirim maupun mendapatkan data.
Prinsip Kerja Harddisk
Spindle mempunyai sebuah pelopor yang disebut spindle motor, yang berfungsi untuk memutar pelat harddisk dalam kecepatan tinggi. Perputaran ini diukur dalam satuan rotation per minute (RPM). Makin cepat putaran tiap menitnya, makin anggun kualitas harddisk tersebut. Ukuran yang lazim kita dengar yakni 5400, 7200, atau 10.000RPM.
Sebuah perangkat baca-tulis elektromagnetik yang disebut dengan heads ditempatkan pada kedua permukaan pelat. Heads berukuran kecil ini ditempatkan pada sebuah slider, sehingga heads bisa membaca data/informasi yang tersimpan pada pelat dan merekam isu ke dalam pelat tersebut.
Slider ini dihubungkan dengan sebuah lengan yang disebut actuator arms. Actuator arms ini sendiri dipasang mati pada poros actuator, di mana seluruh prosedur gerakan dari actuator ini dikendalikan oleh sebuah papan pengendali (logic board) yang mengkomunikasikan setiap pertukaran isu dengan komponen komputer yang lainnya. Antara actuator dengan lantaran keduanya dihubungkan dengan sebuah kabel pita tipis. Kabel inilah yang menjadi jalan isyarat dari dan ke dalam pelat harddisk.
Jumlah pelat masing-masing harddisk berbeda-beda, tergantung dari ukuran/daya tampung masing-masing pelat dan ukuran harddisk secara keseluruhan.
Sebuah pelat harddisk pada umumnya mempunyai daya tampung antara 10 atau 20gigabyte (GB). Sebuah harddisk yang berkapasitas total 40GB berarti mempunyai 2 pelat, sedangkan bila berukuran 30GB, ia mempunyai dua buah pelat berukuran 10 dan 20GB atau tiga buah pelat berukuran 10GB. Masing-masing pelat harddisk bisa menangani/menampung puluhan juta bit data. Data-data ini dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang lebih besar, sehingga memungkinkan pengaksesan isu yang lebih cepat dan mudah.
Masing-masing pelat mempunyai dua buah head, satu berada di atas permukaan pelat, satunya lagi ada di bawah head. Dari sini tertangkap tangan bahwa harddisk yang mempunyai tiga buah pelat contohnya (rata-rata sebuah harddisk memang terdiri atas tiga pelat) mempunyai total enam permukaan dan enam head.
Masing-masing pelat mempunyai kemampuan merekam dan menyimpan isu dalam suatu bundar konsentris yang disebut track (bayangkan track ini ibarat lintasan dalam suatu arena perlombaan atletik).
Masing-masing track terbagi lagi dalam bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut sektor (sector). Nah, setiap sektor dalam tracktrack harddisk ini bisa menampung isu sebesar 512 bytes.
Sektor-sektor dalam sebuah harddisk ini tidak dikelompokkan secara sanggup bangun diatas kaki sendiri tetapi dikelompokkan lagi dalam sebuah formasi yang lebih besar yang disebut cluster. Apa fungsi peng-cluster-an ini? Tak lain yakni untuk menciptakan prosedur penulisan dan penyimpanan data menjadi lebih sederhana, lebih efisien, tidak berisiko salah, dan dengan demikian memperpanjang umur harddisk.
Sekarang kita ambil pola ketika kita tengah menjalankan sebuah kegiatan spreadsheet pada komputer kita. Ketika kita memasukkan data ke dalam kegiatan spreadsheet, di sana terjadi ribuan atau bahkan jutaan pengaksesan disk secara individual. Dengan demikian, memasukkan data berukuran 20megabyte (MB) ke dalam sektor-sektor berukuran 512 byte terang akan memakan waktu dan menjadi tidak efisien.
Untuk mengefisienkan pekerjaannya, maka inilah yang dilakukan banyak sekali komponen dalam PC secara bahu-membahu.
Jenis - Jenis Harddisk
- Disk ATA / EIDE
Hard disk dengan tipe EIDE (Enhanced Integrated Drive Electronic) atau tipe ATA (Advanced Technology Attachment) yakni standar versi terbaru suatu antar muka disk yang sesuai untuk koneksi ke bus, Banyak produsen disk mempunyai rentang disk dengan antar muka EIDE / ATA, disk semacam itu sanggup dihubungkan pribadi ke bus PCI, yang digunakan pada banyak PC (personal computer). Keuntungan drive EIDE / ATA yang signifikan yakni harganya yang cukup murah, lantaran penggunaannya di pasaran PC. Salah satu kekurangan utamanya yakni dibutuhkan kontroler terpisah untuk tiap drive jikalau dua drive digunakan bersamaan untuk meningkatkan performa. Salah satu produsen chip yang populer sudah menyertakan kontroler yang memungkinkan disk EIDE / ATA dihubungkan pribadi ke motherboard.
- Disk SCSI
banyak disk mempunyai antar muka yang didesain untuk koneksi ke bus SCSI standar. Disk tersebut cenderung lebih mahal, tetapi mempunyai performa yang lebih baik, yang dimungkinkan lantaran kelebihan bus SCSI daripada bus PCI. Akses yang bersamaan sanggup dilakukan ke banyak disk drive lantaran antar muka drive secara aktif dihubungkan ke bus SCSI hanya pada dikala drive tersebut siap untuk transfer data. Hal ini terutama mempunyai kegunaan dalam aplikasi dimana terdapat sejumlah besar request untuk file kecil, yang sering terjadi dalam komputer yang digunakan sebagai file server.
- Disk RAID
Menjanjikan performa yang luar biasa dan menyediakan penyimpanan yang besar dan handal. Disk tersebut digunakan baik dalam komputer performa tinggi atau dalam sistem yang memerlukan keandalan yang lebih tingi dari tingkat normal. Akan tetapi, dengan semakin menurunnya harga ke tingkat yang lebih terjangkau, disk tersebut menjadi lebih menarik bahkan untuk sistem komputer dengan ukuran rata – rata.
- Disk SATA
Hard disk dengan tipe SATA (Serial Advanced Technology Attachment), yaitu interface disk ATA (Advanced Technology Attachment) dengan versi Serialnya memakai kabel tipis yang mempunyai total kabel kecil sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA disk yang berjumlah 39 pins dan SATA mempunyai kecepatan pengiriman data sangat tinggi serta mengurangi latensi. Sehingga bus serial ini bisa melebihi kecepatan bus paralel. Dalam mentransfer data secara berurutan atau serial lewat kabelnya dan juga secara teknik SATA menyusun sendiri disk yang tersambung ke dalam motherboard tanpa adanya sistem master ataupun slave, sehingga kabel SATA hanya sanggup digunakan pada satu hard disk. Tipe hard disk yang telah dibahas ini, semuanya masuk dalam kategori internal hard disk, maksudnya yang diinstall di dalam CPU. Selain internal hard disk ada juga eksternal harddisk (hard disk yang berada diluar CPU), jadi bisa dipindah – pindahkan. Eksternal hard disk mempunyai kecepatan rotasi 7200 rpm, pemasangannya sangat mudah, tidak perlu membongkar PC dan hanya dengan menghubungkan port USB ke PC, dan sanggup mentransfer data 480 Mbps.
Sumber http://sangbadrun.blogspot.com/
0 Response to "✔ Harddisk"
Posting Komentar