Diferensiasi Dan Stratifikasi Sosial
Setiap individu lahir dan berkembang dalam kondisi yang berbeda-beda. Keberagaman individu dalam masyarakat ini disebut dengan perbedaan sosial. Perbedaan sosial secara umum sanggup dibedakan menjadi dua macam, yaitu perbedaan secara horizontal dan perbedaan secara vertikal. Perbedaan secara horizontal disebut dengan diferensiasi. Dalam diferensiasi sosial, tidak dikenal adanya tingkatan atau tinggi rendahnya status sosial seseorang. Sedangkan pebedaan secara vertikal disebut dengan stratifikasi, dimana ada masyarakat yang menduduki lapisan atas dan ada pula yang menduduki lapisan bawah. Stratifikasi sosial ini terjadi alasannya yaitu adanya sesuatu yang lebih dihargai dalam masyarakat.
Seperti yang telah disebutkan diatas, diferensiasi sosial yaitu pembedaan masyarakat secara horisontal tanpa mempermasalahkan tinggi rendahnya status sosial masyarakat tertentu. Diferensiasi sosial muncul alasannya yaitu adanya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat. Perbedaan-perbedaan ini menyebabkan adanya pengelompokan masyarakat ke dalam kategori tertentu berdasarkan ciri fisik atau ciri sosial budaya. Beberapa pola bentuk diferensiasi sosial antara lain diferensiasi sosial berdasarkan ras, suku bangsa, agama, dan gender.
Stratifikasi berasal dari kata stratum yang berarti lapisan. Makara stratifikasi sosial sanggup disebut dengan pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat yang biasanya disimbolkan dengan piramida. Dalam stratifikasi sosial, terdapat kelompok masyarakat yang menghuni kelas atas dan ada juga yang menghuni kelas bawah. Stratifikasi sosial muncul alasannya yaitu adanya sesuatu yang dianggap mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dalam masyarakat menyerupai harta yang dimiliki seseorang, kekuasaan, keturunan pekerjaan, keahlian, atau umur.
Stratifikasi sosial dalam masyarakat pada umumnya sanggup dibedakan menjadi dua, yaitu stratifikasi tertutup dan stratifikasi terbuka.
Meskipun beberapa jenis stratifikasi sosial yang ada dalam masyarakat terlihat begitu diskriminatif, namun stratifikasi sosial juga mempunyai beberapa manfaat, antara lain:
Sumber http://iwak-pithik.blogspot.com
Diferensiasi Sosial
Baca Juga
- Ras. Merupakan penggolongan insan berdasarkan ciri-ciri fisik yang tampak dari luar (fenotip), menyerupai warna kulit, bentuk rambut, ukuran badan, dan lain-lain. Ras merupakan kodrat setiap manusia, jadi tidak ada satu ras yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ras yang lain. Secara umum, ras-ras insan di dunia sanggup dibedakan menjadi empat, yaitu ras Austroloid (orang Aborigin), Mongoloid (Asia dan penduduk orisinil Amerika), Kaukasoid (Eropa dan Arab), dan Negroid (kulit hitam).
- Suku Bangsa. Adalah pengelompokan insan berdasarkan corak budaya yang dimilikinya. Hildred Geertz dalam penelitiannya menyatakan bahwa di Indonesia terdapat 319 suku bangsa, sedangkan berdasarkan Koentjoroningrat terdapat 200 suku bangsa. Setiap suku bangsa biasanya mempunyai bahasa daerah, watak istiadat, dan kesenian yang khas.
- Agama. Merupakan sistem kepercayaan yang telah dibakukan dan dipandang sebagai sebuah kebenaran. Agama berisi pedoman-pedoman kepada insan perihal hubungan antara sesama insan dan antara insan dengan tuhan.
- Gender. Adalah diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan sifat antara pria dan perempuan. Dalam beberapa kebudayaan, pria dianggap mempunyai status sosial yang lebih tinggi daripada perempuan. Akan tetapi, kini ini pria dan wanita dianggap mempunyai kedudukan dan tugas yang sejajar dalam masyarakat.
Stratifikasi Sosial
a. Sifat-Sifat Stratifikasi Sosial
- Stratifikasi Sosial Tertutup. Mempunyai arti bahwa seseorang yang berada pada strata tertentu dalam masyarakat tidak akan mungkin sanggup berpindah ke lapisan yang lainnya baik yang berada diatas maupun dibawah. Stratifikasi sosial tipe ini biasanya didasarkan atas warisan biologis seseorang yang sudah didapat sejak ia lahir. Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu sistem pengkastaan yang terdapat dalam Agama Hindu dan politik apartheid yang pernah diterapkan di Afrika Selatan selama masa pendudukan Inggris.
- Stratifikasi Sosial Terbuka. Stratifikasi sosial tipe ini biasanya terdapat pada masyarakat modern dimana seorang individu sanggup berpindah dari satu lapisan satu ke lapisan yang lainnya, baik yang berada di atasnya maupun yang ada di bawahnya. Contoh dari sistem stratifikasi sosial terbuka antara lain jabatan, tingkat pendidikan, pendapatan, dan gelar.
b. Fungsi Stratifikasi Sosial
- Adanya spesialisasi tugas dalam masyarakat sesuai kedudukannya.
- Sebagai alat distribusi hak dan kewajiban kepada masyarakat pada setiap lapisan.
- Menempatkan individu pada lapisan tertentu sesuai fungsi dan kiprahnya dalam masyarakat.
- Mendorong masyarakat supaya bergerak sesuai dengan fungsinya.
- Membentuk budaya dan gaya hidup yang unik pada masing-masing kelas.
- Sebagai alat pemersatu jikalau sanggup dikoordinasikan dengan benar untuk mencapai tujuan bersama.
Sumber http://iwak-pithik.blogspot.com
0 Response to "Diferensiasi Dan Stratifikasi Sosial"
Posting Komentar