Sistem Akuntansi
Suatu sistem secara intinya ialah sekelompok unsur yang bersahabat berafiliasi dengan lainnya, yang berfungsi bersama sama untuk mencapai tujuan tertentu. Dari defenisi ini sanggup dirinci lebih lanjut pengertian umum mengenai sistem sebagai berikut:
- Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.
- Unusr unsur tersebut merupakan agian sistem yang bersangkutan
- Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk untuk mencapai tujuan
- Suatu sistem merupakan bab dari sistem yang lain yang lebih besar.
Pengertian Sistem Akuntansi
Pengertian sistem akuntansi ialah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan info keuangan yang dibutuhkan oleh administrasi guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
Dari definisi sistem akuntasni tersebut, unsur unsur sistem akuntansi pokok ialah formulir, catatan yang terdiri dari jurnal , buku besar dan buku pembantu, serta laporan. Berikut diuraikan lebih lanjut pengertian masing masing unsur sistem akuntasi.
- Formulir
Formulir merupakan dokumen yang dipakai untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, alasannya dengan formulir ini insiden yang terjadi dalam organisasi direkam (didomendasikan) diatas secarik kertas. Formulir sering juga disebut dengan istilah media, alasannya formulir merupakan media untuk mencatat insiden dalam organisasi ke dalam catatan.
Contoh formulir ialah faktur penjualan, bukti kas keluar, dan cek.
- Jurnal
Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang dipakai untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Seperti telah disebutkan diatas, sumber info perencanaan dalam jurnal ini ialah formulir. Dalam jurnal ini data keuangan untuk pertama kalinya diklasifikasikan berdasarkan penggolongan yang sesuai dengan info yang disajikan dalam laporan keuangan . dalam jurnal ini pula terdapat kegiatan peringkasan kegiatan data, yang hasil peringkasannya (berupa jumlah rupiah transaksi tertentu) lalu diposting ke rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
Contoh jurnal ini ialah jurnal penerimaan kas, jurnal pembelian, jurnal penjualan, dan jurnal umum.
- Buku Besar
Buku besar (general ledger) terdiri dari rekening rekening yang dipakai untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekening rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur info yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku besar ini disatu pihak sanggup dipandang sebagai wadah untuk menggolongkan data keuagan, dipihak lain sanggup dipandang pula sebagai sumber info keuangan untuk penyajian laporan keuangan.
- Buku Pembantu
Jika data keuangan yang digolongkan dalam buku besar dibutuhkan rincian lebih lanjut, sanggup dibuat buku pembantu (subsidiary ledger). Buku pembantu ini terdiri dari rekening rekening pembantu yang merinci dara keuangan yang tercamtum dalam rekening tertentu dalam buku besar. Sebagai contoh, kalau rekening piutang dagang yang tercantum dalam neraca perlu dirinci lebih lanjut berdasarkan nama debitur yang jumlahnya 60 orang, sanggup dibuat buku pembantu piutang yang berisi rekening rekening pembantu piutang kepada tiap tiap debitur tersebut. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi lain lagi setelah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu. Buku besar dan buku pembantu disebut sebagai catatan akuntansi final juga alasannya setelah data akuntansi keuangan dicatata dalam buku buku tersebut, proses akuntansi selanjutnya ialah penyajian laporan keuangan, buka pencatatan lagi kedalam catatan akuntansi.
- Laporan
Hasil final proses akuntansi ialah laporan keuangan yang sanggup berupa neraca, laporan lab rugi, laporan perubahan keuntungan yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umum piutang, daftar utang yang akan dibayar, daftar saldo persedian yang lambat penjualannya. Laporan berisi info yang merupakan keluaran sistem akuntansi. Laporan sanggup berbentuk hasil cetak komputer dan tayangan layar monitor komputer.
Perbedaan Sistem dan Prosedur
Dalam definisi sistem akuntansi, formulir merupakan salah satu unsur sistem akuntansi. Formulir ini merupakan keluaran sistem lain yang menjadi masukan sistem akuntansi. Sistem lain yang menghasilakan formulir ini terdiri dari sub sub sistem yang diberi nama prosedur. Oleh alasannya dalam membahas sistem akuntansi perlu dibedakan pengertian sistem dan prosedur, semoga sanggup diperoleh citra yang terang mengenai banyak sekali sistem yang menghasilkan banyak sekali macam formulir yang diolah dalam sistem akuntansi. Defenisi dan mekanisme ialah sebagai berikut:
Prosedur ialah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan seara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang
Dari definisi tersebut sanggup diambil kesimpulan bahwa suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur, sedangkan mekanisme merupakan urutan kegiatan klerikal. Kegiatan klerikal (clerical operational) terdiri dari kegiatan berikut ini yang dilakukan untuk mencatat info dalam formulir, buku jurnal, dan buku besar:
- Menulis
- Menggandakan’menghitung
- Menghitung
- Memberi kode
- Mendaftar
- Memilih (mensortasi)
- Memindah
- Membandingkan
Untuk memperjelas pengertian sistem dan prosedur, berikut disajikan document flowchat (bagan alir dokumen) sistem penjualan tunai dalam suatu toko buku yang disajikan pada gambar dibawah ini. sistem ini dirancang untuk melaksanakan salah satu kegiatan pokok toko buku, yaitu penjualan tunai. Sistem penjualan tunai ini terdiri dari 6 mekanisme berikut ini: (a) mekanisme order penjualan, (b) mekanisme penerimaan kas, (c) mekanisme penyerahan barang, (d) mekanisme pencatatan penjualan, (e) mekanisme pencatatan penerimaan kas dari penjualan tunai, dan (f) mekanisme rekonsiliasi bank.
Prosedur order penjualan dipakai untuk melayani pembeli yang akan membeli barang. Prosedur ini dilaksanakan oleh bab penjualan dengan mengisi faktur penjualan tunai degan info antara lain jenis buku, kuantitas, harga satuan, dan total harga. Faktur penjualan tunai ini dibuat oleh bab penjualan sebanyak 3 lbr, lembar pertama diserahkan kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran harga buku kebagian kasa, lembar ke – 2 diserahkan kepada bab pembungkusan bersamaan dengan penyerahan buku yang dipilih oleh pembeli, dan lembar ke-3 ditinggal sebagai arsip bab penjualan. Dengan demikian mekanisme order penjualan ini terdiri dari kegiatan klerikal berikut:
- Menulis data mengenai tanggal, instruksi barang, jenis, kuantitas, harga satuan, harga total, nama pramuniaga.
- Menggandakan faktur penjualan tunai dengan cara mengisi formulir harga yang harus dibayar oleh pembeli.
- Menghitung perkalian harga satuan dengan kuantitas serta jumlah harga yang harus dibayar oleh pembeli.
- Memberi instruksi dengan cara mencantumkan instruksi buku pada faktur penjulan tunai.
Prosedur penerimaan kas dipakai untuk melayani pembeli yang membayar harga buku sesuai yang tercantum dalam faktur penjualan tunai. Prosedur ini dilaksanakan oleh bab kasa dengan alat bantu register kas (cash register) yang menghasilkan pita register kas. Bagian kas mendapatkan faktur penjualan untuk lembar ke – 1 dan uang tunai dari pembeli. Setelah uang yang diterima dengan jumlah yang tercamtum dalam faktur penjualan tersebut, bab kasa membubuhkan cap “lunas” pada faktur tersebut dan menyerahkan faktur tersebut dilampiri dengan pita register kas (cash register tape) kepada pembeli. Dengan demikian presedur penerimaan kas ini terdiri dari kegiatan klerikal berikut:
- Menulis data dan mengenai jumlah uang yang diterima oleh kasir dalam pita register kas dan membubuhkan cap lunas pada faktur penjualan tunai
- Menghitung jumlah uang tunai yang diterima dari pembeli.
- Membandingkan jumlah harga yang harus dibayar oleh pembeli yang tercamtum alam faktur penjualan tunai dengan jumlah uang tunai yang diterima dari oelh bab kasa.
Lihat juga : Dasar – dasar Akuntansi
Komponen Utama Sistem Informasi
Sistem akuntansi ialah salah satu sistem info di antara banyak sekali jenis sistem info yang dipakai oleh administrasi dalam mengelola keuangan. Setiap info terdiri dari blok – blok bangunan yang membentuk sistem tersebut. Seperti halnya bangunan rumah, sistem info mempunyai komponen utama yang membentuk sturuktur bangunan sistem info informasi. Komponen bangunan sistem info ini terdiri dari 6 blok (disebut dengan information system building block): masukan, model, keluaran, terknologi, basis data, dan pengendalian. Seperti terlihat dalam tabel dibawah ini.
Masukan | Model | Keluaran |
Teknologi | Basis data | Pengendalian |
Blok Masukan (Input Block)
Masukan ialah data yang dimasukkan ke dalam sistem iinformasi beserta metode dan media yang dipakai untuk menangkap dan memasukkan data tersebut kedalam sistem. Masukan terdiri dari transaksi, permintaan, pertanyaan, perintah dan pesan. Umumnya masukan harus mengikuti aturan dan bentuk tertentu mengenai isi, identifikasi, otorisasi, tata letak, dan pengolahannya. Cara memasukkan masukan kedalam sistem sanggup berupa tulis tangan, formulir kerta, pengenalan karakteristik fisik ibarat sidik jari, papan kritik dan lain lain.’
Blog Model (Model Block)
Blok model terdiri dari logika-mathematical model yang mengelola masukan dan data yang disimpan, dengan banyak sekali cara, untuk memperoduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. logika-mathematical model dapat mengkombinasi unsur unsur data untuk menyediakan balasan atas suatu pertanyaan, atau sanggup meringkas atau menggbanungkan menjadi satu laporan ringkas.
Blok Keluaran (Output Block)
Produk sistem info ialah keluaran yang berupa info yang bermutu dan dokumen untuk semua tingkat administrasi dan semua pemakai informasi, baik pemakai intern maupuan pemakai luar organisasi. Keluaran suatu sistem merupakan faktor utama yang memilih blok blok lain suatu sistem informasi. Jika keluaran sistem info tidak sesuai dengan kebutuhan pemakai informasi, perancangan blok masukan, model, tekonologi, basis data, dan pengendalian tidak ada manfaatnya.
Keluaran sistem akuntansi sanggup berupa laporan keuangan, faktur, surat order pembelian, cek, laporan pelaksanaan anggaran, balasan atas suatu pertanyaan (misalnya berapa biaya pengobatan hingga dengan ketika ini?), pesan, perintah, hasil suatu pengembalian keputusan yang diprogram, skenario dan simulasi, dan hukum pengambilan keputusan.
Blok Teknologi (Technologi Block)
Teknologi ibaran mesin untuk menjalankan sistem informasi. Teknologi menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan memberikan keluaran, serta mengendalikan seluruh sistem. Dalam sistem info berbasis komputer, teknologi terdiri dari tiga komponen: komputer, dan dan penyimpanan data diluar (auxiliary storange), telekomunikasi, dan perangkat lunak (software).
Blok Basis Data (Data Base Block)
Basis data merupakan suatu daerah menyimpan data yang dipakai untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. Basis data sanggup diperlakukan dari dua sudut pandang secara fisik dan secara logis. Basis data secara fisik berupa media untuk menyimpan data ibarat kartu buku besar, pita magnetik, disk, diskette, kaset, kartu magnetik, chip, dan microfilm. Basis data secara fisik merupakan tempa bergotong-royong suatu data disimpan. Namun yg lebih penting bukan dalam bentuk fisik apa data disimpan, melainkan bagaimana mencari, menggabungkan, dan mengambil data yang disimpan untuk memenuhi kebutuhan pemakai. Oleh alasannya basis data, sanggup dipandang dari sudut pandang logis yang bersangkutan dengan bagaimana sturuktur penyimpanan data sehingga menjamin ketepatan, ketelitian, dan relavansi pengambilan info untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
Blok Pengendalian( Control Block)
Sistem info harus dilindungi dari tragedi dan ancaman, ibarat tragedi alam, api, kecurangan, kegagalan sistem, kesalahan dan penggelapan, penyadapan, ketidakefisienan, sabotase, orang orang yang dibayar untuk melaksanakan kejahatan. Beberapa cara yang perlu dirancang untuk menjamin perlindungan, integritas, dan kelacaran jalannya sistem info adalah:
- Penggunaan sistem pengelolaan catatan
- Penerapan pengendalian manusia
- Pengembangan rancangan induk sistem informasi
- Pembuatan planning darurat dalam hal sistem info gagal menjalankan fungsinya
- Penetapan mekanisme seleksi karyawan
- Pembuatan dokumentasi lengkap wacana sistem info yang dipakai oleh perusahaan
- Perlindungan dari tragedi api dan putusnya anutan listrik
- Dll
Sumber https://www.cekkembali.com
0 Response to "Sistem Akuntansi"
Posting Komentar